Kegelisahan dari dalam Rahim

image

Selamat pagi, Ibu. Apa kabar? Sekarang tubuhku sudah bertambah berat karena akhir-akhir ini kau memberiku makanan enak. Apalagi tadi malam, kau makan sayur, daging dan ikan. Tubuhku sudah bertambah besar, Ibu. Tentu, rahimmu kini jadi terasa sempit.

Rasanya aku ingin cepat-cepat keluar, tapi apakah dunia kelak senyaman rahimmu, Ibu? Aku tidak yakin kalau jawabannya adalah iya. Sebab, beberapa hari lalu aku pernah mendengar suara manusia di dekatmu bercerita. Tidak, suara itu bukan suara ayah, bukan pula suara kakek, nenek, om atau tante. Suara itu terasa asing bagiku.

Sayup-sayup aku mendengar dia berkata bahwa seorang anak perempuan telah diperkosa belasan remaja pria. Bahkan, anak itu diperkosa hingga meninggal. Aku hanya sekali mendengar suara dan kisah itu. Kemudian pertanyaan yang muncul di dalam benakku adalah: Apakah dunia semengerikan itu, Ibu?

Lantas aku pernah mendengar lagi suara manusia yang lain di dekatmu bercerita. Kali ini suaranya lebih jelas. Tapi, lagi-lagi aku tahu itu bukan suara ayah, bukan pula suara kakek, nenek, om atau tante. Dia berkata bahwa dia lelah menjalani kehidupan. Dia bilang, “Sudah puluhan tahun saya kerja naik kereta dengan kondisi penuh seperti ini. Saya capek.” Dan lagi-lagi, aku mulai bertanya-tanya, apakah hidup semelelahkan itu, Ibu? Apakah dunia kelak senyaman rahimmu, Ibu? Kalau memang jawabannya tidak, aku berharap kasih dan sayangmu mampu melindungiku, Ibu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s