Pulang

coming-home-picture

(Foto: www.redeemedgirl.org)

Aku tak mampu memejamkan mata malam ini. Selama tiga jam, aku sibuk mencari posisi tidur yang pas. Aku tengkurap, lalu menyamping, kemudian telentang, namun itu semua tak jua mengantarku ke dalam tidur yang lelap. Akhirnya aku memutuskan untuk bangun dan menepuk-nepuk punggung adik perempuanku dengan pelan sambil berkata, “Kamu sudah tidur?”

Continue reading “Pulang”

Advertisements

Tulus, Pamitmu Palsu

Perpisahan di antara kita bukan sekadar hanya.
Kau harus tahu, tak lagi aku milikmu adalah sebuah perkara besar,
begitu juga tentang kehilanganmu.
Kau harus mengerti,
kita tak akan lagi saling sentuh sapa.
Untuk melihatmu saja, aku harus mengandalkan kebetulan-kebetulan
yang diciptakan semesta, yang entah kapan
hingga hati meradang gegara rindu terpendam.

Tulus,
pamitmu palsu.
Dan menjadi teman baik diantara kita
hanya ilusi.