Tulus, Pamitmu Palsu

Perpisahan di antara kita bukan sekadar hanya.
Kau harus tahu, tak lagi aku milikmu adalah sebuah perkara besar,
begitu juga tentang kehilanganmu.
Kau harus mengerti,
kita tak akan lagi saling sentuh sapa.
Untuk melihatmu saja, aku harus mengandalkan kebetulan-kebetulan
yang diciptakan semesta, yang entah kapan
hingga hati meradang gegara rindu terpendam.

Tulus,
pamitmu palsu.
Dan menjadi teman baik diantara kita
hanya ilusi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s