Operasi Caesar Pakai BPJS Memang Minim Biaya

Processed with VSCO with  preset

Sheryl saat baru lahir.

Bila ada sekelompok teman sedang ngobrol tentang proses melahirkan, saya akan sangat bersemangat bergabung untuk berbagi cerita tentang menjalani operasi caesar pakai BPJS. Mengapa?

Sebab, saya dan Abang dapat melewati proses tersebut dengan lancar jaya, mulai dari urusan administrasi, rumah sakit, konsultasi dengan dokter, operasi caesar itu sendiri, bahkan sampai perawatan usai melahirkan. Tidak ada satu pun hambatan yang mempersulit kami.

Padahal, dulu, saya sempat ragu dan keukeuh ingin melahirkan dengan operasi caesar pakai asuransi dari kantor atau biaya sendiri. Meski kedua pilihan tersebut juga bukan yang terbaik – karena kami terpaksa harus menguras tabungan, saya bersikeras menghindari BPJS.

Bukan karena citra BPJS yang lekat dengan kalangan bawah – saya tidak peduli dengan hal itu, melainkan karena saya takut dokter dan pihak rumah sakit akan menangani saya setenga hati kalau saya pakai BPJS. Saya khawatir akan terjadi komplikasi usai melahirkan. Saya was-was anak saya akan ditelantarkan. Pokoknya, banyak takutnya.

Namun setelah cukup lama ngobrol dengan seorang teman yang sudah merasakan manfaat BPJS, saya akhirnya mulai percaya diri memilih operasi caesar pakai BPJS. Abang juga sangat mendukung, jadi dia selalu ada di setiap prosesnya.

Syarat: harus ada indikasi medis

Agar bisa menjalani operasi caesar pakai BPJS, seseorang harus punya indikasi medis terlebih dahulu. Seperti ditulis di situs Panduan BPJS, indikasinya bisa berupa posisi bayi yang sungsang, ketuban pecah, atau sebagainya.

Dalam kasus saya, indikasi medisnya yaitu mata kiri saya minus 18, sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Untuk lebih menguatkan indikasi ini, saya memeriksakan diri ke dokter mata di usia kehamilan 8 bulan.

Saya kemudian datang ke dr. Johanes Taolin, SpOG, dokter kandungan saya di Rumah Sakit Sentra Medika Cibonong, untuk minta surat keterangan bahwa saya harus melahirkan melalui operasi caesar.

Karena sejak awal dr. Johanes tahu bahwa saya pakai kacamata, dia bersedia untuk memberikan surat keterangan. Bahkan tanpa diminta, dia sudah menawarkan diri. Dia memang baik, wajar bila dia menjadi dokter kandungan favoritnya orang Cibinong, hehehe.

Prinsip berjenjang

Surat ini menjadi pintu masuk saya untuk menjalani operasi caesar pakai BPJS. Surat ini kemudian saya bawa ke puskesmas keesokan harinya. Di puskesmas, saya harus menjalani pemeriksaan kandungan terlebih dahulu. Setelah itu, saya cerita bahwa saya ingin menjalani operasi caesar karena mata minus.

Lalu, dokter di puskesmas cerita bahwa bila ingin menempuh operasi caesar pakai BPJS, saya harus menjalaninya di rumah sakit tipe C – satu jenjang di atas Faskes 1. Saya sudah mengetahui perihal prinsip berjenjang ini dari ngobrol dengan teman dan googling. Jadi, saya tidak keberatan.

Beruntungnya, dokter di puskesmas dengan terbuka merekomendasikan beberapa rumah sakit tipe C terbaik. Akhirnya, saya memilih Rumah Sakit Bina Husada Cibinong, karena berdasarkan hasil googling, di situ ada dokter kandungan yang bagus yaitu dr. VB. Harjanto, SpOG.

Satu minggu kemudian, setelah menemukan jadwal yang cocok, saya memeriksakan diri ke dr. Harjanto. Saat itu, ketuban saya ternyata sudah pecah dan dokter bilang bahwa saya harus segera operasi besok atau lusa. Saya dan Abang memutuskan besok.

Tidak jadi menguras tabungan

Singkat cerita, operasi caesar berjalan lancar. Saya juga dirawat oleh suster yang ramah. Dalam waktu tiga hari, saya dan Sheryl sudah boleh pulang. Saya hanya mengeluarkan uang sekitar lima ratus ribu rupiah untuk membayar obat yang tidak ditanggung BPJS. Saya juga tidak menanggung biaya perawatan Sheryl, sebab Abang langsung mengurus BPJS milik Sheryl sehari setelah dia lahir.

Setelah proses panjang itu, saya masih harus dua kali datang ke dr. Harjanto untuk memeriksakan kondisi jahitan bekas operasi. Semua proses pemeriksaan itu masih ditanggung BPJS. Setelah kondisi jahitan saya membaik dalam waktu dua minggu, dokter baru menandatangani surat pernyataan bahwa perawatan terhadap saya telah usai.

Jadi, itulah pengalaman saya menjalani operasi caesar pakai BPJS. Syukur kepada Tuhan, saya tidak jadi nombok atau menguras uang sekitar tiga puluh juta rupiah dari tabungan untuk membiayai operasi caesar saya.

Bila kamu sedang hamil dan ada indikasi untuk operasi, jangan ragu untuk operasi caesar pakai BPJS, ya! Selain itu, perbanyak riset dan berdoa supaya kamu berjodoh dengan rumah sakit, dokter, petugas administrasi, dan perawat yang baik. Selamat menyambut kelahiran buah hati kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s