Surat Pemberitahuan: Dilan, Aku Mencintai Kamu Sore Ini

Dilan, aku bukan Milea, melainkan Ajeng. Aku adalah perempuan yang ingin mengenal kamu secara instan melalui film. Ketika aku tahu bahwa trailer film kamu sudah beredar, aku langsung menonton, dan aku langsung suka kamu, Dilan.

Namun, karena banyak orang di sekitarku mencela kamu, aku mulai ragu dengan perasaanku sendiri. Mereka bilang, kamu alay. Jadi, aku mengurungkan niat untuk mengenal kamu selama hampir dua minggu.

Akan tetapi, pada waktu yang bersamaan, aku juga melihat beberapa orang memuji kamu, Dilan. Mereka bilang, kamu menggemaskan. Maka ketika itu juga, caci maki dan tepuk tangan bersahut-sahutan di dalam benakku.

Aku sesungguhnya setuju dengan pendapat mereka yang memuji kamu. Kamu istimewa, Dilan. Tetapi aku belum suka kamu. Tidak tahu kalau besok sore, tunggu saja. Demikian ucapku di dalam hati, menanggapi pendapat mereka yang memuji kamu.

Untuk mengetahui perasaanku kepadamu yang sebenarnya, aku memutuskan untuk pulang kerja tepat pukul lima sore, hari ini, Dilan. Film kamu mulai pukul 17.15 WIB di Pejaten Village, Jakarta Selatan. Aku menonton sendiri, karena aku mau mengenal kamu lebih intim.

Dan, melihat kamu kali pertama menyapa Milea, aku mesem-mesem sendiri, Dilan. Tidak. Aku seperti itu bukan karena ingat dengan mantan-mantan kekasihku, Dilan. Kamu tidak serupa dengan mereka. Aku hanya seperti terlempar ke masa sekolah dan merasakan kamu benar-benar ada di kelas sebelah.

Kehadiran kamu tidak hanya berhasil membuat Milea tersenyum, tetapi aku juga. Surat-surat dan puisi-puisi kamu tidak hanya sampai di tangan Milea, tetapi di tanganku juga.

Aku senang mendengar setiap ucapanmu, Dilan. Kamu romantis dengan lelucon yang remeh-temeh. Kamu nakal, tapi jenaka, sederhana, manis, dan penurut. Aku setuju dengan pendapat mereka yang memberikan tepuk tangan untuk kamu bahwa kamu memabukkan, Dilan.

Bahkan, aku sampai berkaca-kaca saat kamu tidak muncul di sekolah berhari-hari, Dilan. Seperti Milea, aku ikut merasa linglung saat kamu entah ada di mana. Aku ingin menangis karena kehilangan sekaligus merindukan kamu. Ketika kamu mendadak hadir kembali via telepon, senyum kembali berkembang di bibirku, Dilan.

Setelah saat itu, aku ingin selalu ikut dengan kamu, Dilan. Aku bahkan tidak ingin kamu terluka. Melihat kamu berada di dalam lubang celaka, aku mau beserta kamu untuk memberikan perlindungan.

Entahlah. Siapakah kamu, Dilan? Apakah kamu kue cokelat? Kue keju? Martabak? Atau kroket? Mengapa aku ingin selalu memesan kamu, Dilan? Aku ingin selalu berada di dekat kamu. Aku menginginkan tatapan matamu yang tajam. Aku haus akan kata-kata gombalmu, Dilan. Mengapa begini? Apakah karena sosok seperti kamu jarang muncul di layar film Indonesia? Entahlah.

Namun yang jelas, sampai hari ini, aku tidak mengerti mengapa banyak orang menyematkan cela di namamu. Padahal mereka belum membaca atau menonton cerita tentangmu. Apakah karena mereka adalah orang tua dengan muka tegang, yang tidak memiliki masa remaja indah seperti kamu dan Milea?

Atau, apakah menonton kamu adalah bunga tidur yang tak layak berkembang di tengah realitas kaum urban yang penuh tekanan? Apakah bagi mereka, merindukan masa muda adalah perkara berat? Jadi, hanya kami yang mudah baper ini yang mampu menanggungnya?

Ah, Dilan, sama seperti siswa, pekerja yang tidak pernah membaca buku itu sombong. Dengan hanya men-scroll berita di media online atau mengintip akun gosip di media sosial, mereka serta-merta merasa menjadi orang paling benar. Padahal, dengan merendahkan sesuatu, harkat mereka belum tentu menjadi tinggi ‘kan? Kamu setuju ‘kan, Dilan?

Tapi, aku tidak peduli dengan pendapat mereka. Melalui surat pemberitahuan ini, aku hanya ingin bilang bahwa aku mencintai kamu sore ini, Dilan. Sampai bertemu di Milea 1991. Oh ya, aku berharap kamu membaca surat ini, Dilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s