Review Novel Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat: Memaafkan Kegagalan Pernikahan Pertama

IMG_5081

Saya terlambat membaca novel karya Mira W. berjudul Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat. Saya baru menikmatinya setelah 36 tahun buku ini terbit. Ketertarikan bermula ketika trailer film Arini garapan sutradara Ismail Basbeth muncul pada April 2018.

Namun hasrat menonton film Arini juga datang terlambat. Saya baru kepingin saat film tersebut sudah turun layar. Untung saja ketika berkunjung ke Gramedia beberapa bulan lalu, saya melihat banner horizontal bertuliskan 40 Tahun Mira W. Berkarya. Di bawahnya ada beragam judul novel Mira W. dan saya otomatis mengambil satu yang berselimut cover bergambar Morgan Oey dan Aura Kasih.

Meski sudah terbit sejak puluhan tahun lalu, novel Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat tetap renyah dibaca hari ini. Isinya lebih dari sekadar kisah cinta beda usia. Ada persoalan lain yang ingin diangkat penulis, yaitu tentang menjadi perempuan yang belajar memaafkan kegagalan pernikahan pertama.

Arini memang memiliki masa lalu yang kelam. Saat kenangan pahit itu masih membekas di hatinya, Nick berusaha masuk ke kehidupannya. Akan tetapi, Arini bukan perempuan yang bisa dengan mudah membuka diri untuk laki-laki.

Ada rasa minder sekaligus awas, sehingga sikapnya selalu dingin terhadap Nick. Namun sikap itu justru semakin membuat Nick tertarik kepada Arini. Nyonya Utomo–panggilan Nick untuk Arini–yang kesepian juga semakin merindukan sosok pemuda konyol yang sering ceplas-ceplos itu. Karakter mereka saling melengkapi.

Lantas di mana letak memaafkannya?

Letak memaafkan ada pada sikap Arini yang mau terbuka terhadap Nick. Arini juga telah memaafkan Helmi dan Ira dengan membantu pengobatan anak kandung Helmi dan Arini, yang sudah menjadi anak tiri Ira. Dendam telah berubah menjadi rasa iba.

Dan memaafkan di sini bukan berarti menempatkan diri sebagai korban, melainkan menjadi pelaku yang dapat menentukan langkah hidup dengan pasti. Arini memang pernah gagal dalam pernikahan pertamanya dengan Helmi, tetapi dia berani meraih kesempatan kedua bersama Nick.

Meminjam penjelasan Ismail Basbeth kepada Tirto.id, Arini tahu bahwa dia mempunyai hak untuk bahagia dengan dirinya dan cintanya, meski orang-orang di sekitar terus menekannya dengan norma-norma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s