Film Bebas dan Dobrakan Perempuan Berumah Tangga

FILM BEBAS 1
(Foto: Dok. Miles Film)

Film Bebas hendak mengajak perempuan untuk mendobrak kehampaan berumah tangga dengan berani menjadi diri sendiri.

Tidak semua perempuan bahagia dalam berumah tangga. Penyebabnya beragam, salah satunya seperti yang terjadi pada Vina (Marsha Timothy) dalam film Bebas, garapan Mira Lesmana dan Riri Riza.

Kehampaan menggerogoti dirinya, karena ia tidak mampu menjadi diri sendiri di tengah kesibukan sebagai ibu dan istri.

Saya bisa merasakan lubang kosong di hati Vina lewat pembukaan film yang diadaptasi dari film Korea Selatan berjudul Sunny (2011). Vina harus menjalani rutinitas pagi sebagai ibu rumah tangga: menyiapkan sarapan untuk suami dan anak.

Lagu Bidadari, Andre Hehanussa, yang hit di era 90-an, merambat ke seluruh sudut rumah di pagi itu, seakan menjadi jembatan bagi Vina untuk tetap terkoneksi dengan kehidupan puluhan tahun silam.

Tidak ada percakapan mendalam pula di meja makan, karena anak harus segera berangkat sekolah dan suami sibuk membaca. Saya pun semakin merasakan kesepian dalam diri Vina, setelah melihat suaminya memberikan sejumlah uang belanja kepadanya sesaat sebelum berangkat kerja.

Adegan ini muncul lebih dari satu kali, seakan ingin mengatakan: “Maaf, ya, saya sibuk kerja, nih uang biar kamu senang.”

Atau apakah itu sekadar pikiran nakal saya? Tapi, Vina tidak langsung berjingkrak-jingkrak setelah mendapatkannya. Senyumnya malah merekah ketika ia melihat sekelompok anak sekolah bersenda gurau lewat jendela rumahnya.

Pertemuan Vina dengan Kris (Susan Bachtiar) di rumah sakit seakan menjadi tiket masuk menuju masa lalu, tempat ia remaja yang bebas menjadi diri sendiri. Namun, Vina tidak serta-merta menerima tiket itu dengan tangan terbuka. Ada batasan-batasan yang membelenggunya.

Hal ini tampak dari dialog Vina dan Jessica (Indy Barends) di mobil. Saat Jessica mengajak mencari anggota geng Bebas lainnya, Vina menjawab, “Aku harus mengurus keluarga.

Emang suami lo masih harus disuapin? Emang anak lo masih ngompol?” Jessica menimpali. (Kira-kira demikian percakapan di antara mereka, mohon koreksi kalau ingatan saya keliru.)

Pelan tapi pasti, Vina memberanikan diri untuk menemukan seluruh anggota geng Bebas. Saat satu per satu terkumpul, ada begitu banyak tawa dan canda di sana yang kebahagiaannya menular ke saya sebagai penonton. Ditambah lagu-lagu era 90-an yang menggembirakan hati.

Namun, di sana juga ada luka. Vina mempunyai masa lalu yang akhirnya ia tuntaskan. Vina memiliki perasaan yang akhirnya ia selesaikan.

Satu kutipan favorit saya dari film Bebas, yaitu ucapan Vina kepada Kris. Kurang lebih begini bunyinya: Terima kasih, Kris, berkat lo, gue paham, gue bukan cuma istri dari seseorang, gue bukan cuma ibu dari seorang anak, gue lupa menjadi diri sendiri.

Kisah Vina mungkin adalah kisah banyak perempuan yang sudah berumah tangga. Tidak ada yang salah dengan menjadi istri, ibu, atau keduanya. Itu satu dari banyak anugerah terindah dalam hidup. Yang membuatnya keliru adalah ketika perempuan kehilangan dirinya sendiri, karena repot mengurus anak dan suami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s