Tahun 2020, Tahun Memperkuat Benteng Diri

Pertengahan tahun 2020, aku sempat hampir gila. Dalam bahasa yang lebih halus, aku hilang kendali. Gara-gara pandemi, semakin banyak aktivitas menumpuk di ruang itu-itu saja, mulai dari memasak, mengurus anak, mendampingi anak sekolah, bekerja, serta masalah dan pikiran negatif yang datang silih berganti.

Di dalam sebuah bagunan bernama rumah, terlalu banyak hal yang saling menindih.

Informasi yang masuk ke ruang chat juga memberondong, seperti tembakan saat perang. Dari pagi hingga malam, chat bermunculan. Dari pagi hingga malam, aku membalas pesan-pesan. Jam kerja yang semakin tidak ada batasan.

Di sela-sela itu, ada pula kerinduan mengobrol dengan teman. Rindu akan suara dan aku meluangkan waktu usai kerja, hampir setiap hari, untuk menelepon teman. Hingga di satu titik, semuanya terasa menguras energi. Emosiku semakin tak terkendali.

Aku tahu ada yang tidak beres dengan diriku. Namun, aku tidak tahu harus “mengobatinya” mulai dari mana. Sampai pada Oktober 2020, aku memperbarui sistem operasi ponsel menjadi iOS 14.0.1. Ada fitur Sleep di situ untuk mengatur jadwal tidur.

Aku mengaktifkan fitur itu, sehingga selama tidur malam, semua telepon masuk dialihkan ke mode silent dan semua pemberitahuan akan tampil di Notification Center keesokan harinya.

Sejak saat itu, aku merasa jauh lebih baik. Batasan-batasan itu ternyata perlu, agar aku punya waktu untuk merawat diri sendiri. Memperkuat benteng diri itu ternyata penting, supaya jiwa dan raga ini tidak terombang-ambing.

Di bulan-bulan terakhir 2020, aku telah memilih untuk tidak lagi menjadi “tempat sampah” bagi kata-kata negatif mereka. Aku membatasi gempuran pesan untuk memberikan jeda bagi diri sendiri. Aku manusia yang butuh berhenti, setelah berlari, untuk kemudian berlari lagi.

Kecemasanku berangsur hilang. Aku menaruh lebih banyak harapan. Segala ketakutanku di pertengahan tahun ternyata hanya bersarang di pikiran. Terima kasih 2020, kamu menjadi tempat aku belajar memperkuat benteng diri.

Terima kasih atas hidup ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s