Review Buku Time of Your Life Karya Rando Kim: Belajar Mengendalikan Iri

Dalam hidup, aku pernah beberapa kali membaca ulang buku yang sama. Time of Your Life karya Rando Kim menjadi salah satu buku yang mendapat perlakuan spesial dari aku. Ya! Aku baru selesai membaca ulang buku ini.

Time of Your Life adalah buku terbitan lama, tahun 2010. Meski demikian, isi dari buku ini masih tetap relevan dengan kehidupan sekarang.

Buku ini fokus membahas pengembangan diri, khususnya untuk calon mahasiswa, mahasiswa, dan fresh graduate. Tapi buku ini juga cocok dibaca oleh orang di luar kategori itu, seperti aku yang sudah bukan fresh graduate lagi.

Aku menemukan banyak sekali poin penting dari buku ini. tapi aku mau menggarisbawahi tiga poin saja.

Setiap manusia punya musim mekarnya sendiri

Hal pertama yang paling aku suka dari buku ini adalah tentang analogi bunga. buat kalian yang suka menonton drama korea, kalian mungkin sering mendengar dialog tentang analogi ini.

Seperti Start-Up, misalnya. Di serial itu, ada momen neneknya Seo Dal Mi bilang ke Seo Dal Mi:

Kau seperti bunga kenikir. Sekarang masih musim semi. Jika menunggu, kamu akan mekar dengan cantik di musim gugur.

Nenek Seo Dal Mi dalam Drama Korea Start-Up

Ini sama seperti yang ditekankan oleh Rando Kim dalam bukunya. dia menganalogikan manusia seperti bunga. Dia menulis:

Setiap bunga akan mekar ketika saatnya tiba: forsythia, kamelia, dan bunga-bunga lain. Bebungaan itu tahu kapan mereka akan mekar, tidak seperti kebanyakan dari kita yang selalu ingin mendahului yang lain.

Apakah kamu merasa tertinggal dari teman-temanmu? Apakah kamu merasa telah menyia-siakan waktu sementara teman-temanmu mulai melangkah menuju kesuksesan?

Jika kamu berpikir demikian, ingatlah bahwa kamu memiliki masa mekarmu sendiri, begitu juga dengan teman-temanmu. Musimmu belum datang, tetapi ia pasti akan datang ketika kuncupmu terbuka.

Mungkin kuncup itu mekar lebih lama dari yang lain, tetapi ketika sampai pada waktunya, kamu akan mekar dengan begitu indah dan menawan seperti bebungaan lain yang telah mekar sebelum dirimu. Jadi angkatlah kepalamu dan bersiaplah untuk menyambut musimmu.

Buku Time of Your Life karya Rando Kim

Kalimat itu benar-benar menyentil aku. Aku tersadar bahwa bahwa setiap manusia memiliki musim mekar yang berbeda-beda. Ada orang yang sukses di usia 20 tahun, usaha rumahannya laris manis, diliput banyak media, di-endorse banyak artis.

Tapi ada juga orang yang bergelut di bidang yang sama, dan dia baru mencapai masa kejayaannya di usia 30 tahun. Jadi, setop membandingkan dirimu dengan orang lain.

Untuk orang-orang yang mekar di usia 20 tahun, di masa muda, Rando Kim memberikan tanda waspada. Kenapa? Karena ketika kamu bisa meraih sukses di usia muda, kamu bisa jatuh ke jurang sombong. Imbas dari kesombongan itu apa? Kamu merasa sudah pintar, paling tahu banyak hal, sehingga tidak ada lagi keinginan untuk belajar. Jadi, hati-hati.

Belajar mengapresiasi, ketimbang iri

Buku Rando Kim ini terdiri dari banyak judul yang dibagi ke empat bagian. Masih di bagian pertama, yang sama dengan pembahasan tentang bunga, ada tulisan berjudul Tanpa Kecemburuan Berarti Kekalahan.

Menurut aku, bab ini cocok sekali dengan kehidupan kita saat ini. ya! di media sosial, kita hampir setiap hari, atau malah setiap jam, membaca atau mendengar kisah sukses orang lain. Ada yang berhasil buka usaha rumahan, ada yang sukses diet, dan lainnya.

Biasanya kisah-kisah sukses itu menimbulkan dua reaksi: iri dan kagum.

Balik lagi ke serial Start-Up, kalian pasti ingat, Wo In Jae pernah bilang ke Seo Dal Mi:

Cobalah belajar dari keberhasilan seseorang. Jangan jadikan koneksi dan keberuntungan sebagai alasan. Itu terlalu klise.

Wo In Jae dalam Drama Korea Start-Up

Kata-kata Wo In Jae ini ada hubungannya dengan apa yang ditulis Rando Kim. Orang-orang yang cemburu dan iri akan keberhasilan orang lain itu pasti selalu bilang: Ah, dia kan sukses karena punya koneksi. Dia kan sukses karena lagi beruntung aja. dan lain sebagainya.

Kenapa selalu ada alasan atas keberhasilan orang lain?

Oke. Cemburu itu manusiawi. Tapi kamu harus tahu sampai di mana kamu cemburu. Kamu boleh iri, tapi kemudian stop. Rasa cemburu yang terus-menerus akan merugikan dirimu sendiri. Kenapa? Karena ketika kamu iri dan enggan mengakui kesuksesan orang lain, kamu semakin tenggelam di dalam kemalasan. Hidup kamu akan di situ-situ saja.

Seandainya kamu mau mengagumi dan mengapresiasi, kamu kemudian bakal terinspirasi. Ada keinginan untuk bertanya tentang bagaimana meraih sukses dan kamu akhirnya belajar dari keberhasilan orang lain.

Cinta seluas lautan untuk seseorang

Di dalam buku setebal 400 halaman ini, Rando Kim hanya membahas tentang asmara dalam delapan halaman di tulisan berjudul Orang Itu adalah Lautanmu yang Tidak Berbatas.

Karena kemunculannya cukup singkat, rasanya kurang pas kalau aku tidak membahas ini.

Di tulisan ini, Rando Kim menyebut ungkapan “manajemen kolam ikan” untuk orang-orang yang memiliki banyak kekasih dalam satu waktu. Buat kalian yang mungkin pernah bertemu dengan orang-orang seperti ini, atau kalian sendiri orangnya, Rando Kim mencoba memberikan pandangnya.

Menurut dia, orang yang berkencan dengan banyak laki-laki atau perempuan dalam satu waktu adalah orang yang memilih berdasarkan atribut. Ini sama halnya saat kita memilih baju atau tas saat berbelanja. Kita memilih berdasarkan warna, merek, harga, begitu juga memilih kekasih berdasarkan penampilan, rambut, pakai kacamata atau tidak, dan lainnya.

Berbeda dengan orang yang memilih satu alternatif dari kerumuman. Orang seperti ini telah memutuskan di awal untuk berkencan atau tidak dengan seseorang, bukan membandingkan setiap alternatif yang ada berdasarkan atribut.

Rando Kim berpendapat, fenomena kolam ikan, orang-orang yang memilih berdasarkan atribut ini adalah imbas dari konsumerisme modern. Ironisnya, hasil dari seleksi mereka tidak berbuah manis.

Ketika mereka memelihara kolam ikan, mereka memacari satu per satu laki-laki atau perempuan yang ada di kalatog, mereka terus memilih sampai habis. Proses panjang itu tidak juga membuat menemukan kriteria yang sempurna.

Nyatanya, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Kenapa kondisinya tidak dibalik saja? Kamu yang berusaha menjadi terbaik untuk seseorang.

Untuk orang-orang yang gemar memelihara kolam ikan, Rando Kim punya satu pesan:

Bukalah segera kolam itu dan biarkan ikan-ikanmu pergi. jangan biarkan salah satu dari mereka mendekati kolammu lagi. pikirkan tentang seseorang yang bisa kamu cintai dengan seluruh hatimu, secara jujur.

Satu orang itu akan menjadi sebuah lautan tak berbatas untukmu.

Buku Time of Your Life karya Rando Kim

Selain menulis, aku juga membuat video review buku Time of Your Life karya Rando Kim. Semoga berkenan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s