Review Buku Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang

Beberapa waktu lalu, aku berkunjung ke toko buku dan menemukan buku yang judulnya menggelitik, yaitu Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang karya Jeong Moon Jeong. Setelah aku membaca semua isinya, aku berkesimpulan bahwa buku ini mengandung muatan girl power.

Kenapa aku bilang buku ini mengandung muatan girl power? Karena buku ini ditulis oleh perempuan yang sudah menikah. Menurut aku, penulis memiliki cara pandang yang unik, tegas, dan berprinsip dalam memandang suatu masalah.

Buku 200 halaman ini berisi sekitar 50 esai yang dibagi ke lima bagian. Kebanyakan esainya super singkat, cuma tiga halaman. Buatku, prolog buku ini jleb banget. Judulnya: Bagaimana Menghadapi Orang Kasar yang Kita Temui dalam Kehidupan Sehari-hari?

Di sini, penulis menceritakan tentang bagaimana seseorang menghadari komentar kasar dari orang lain. Dia mengambil contoh dari sebuah acara bincang-bicang. Di situ ada seorang komedian perempuan asal korea selatan dan seorang aktor.

Si aktor berkata kepada ke komedian tersebut, “Wajahmu mirip wajah laki-laki.”

Dalam situasi seperti ini, orang yang mendapat komentar seperti itu biasanya ikut tertawa dan mengabaikannya, seakan tanda setuju. Tapi si komedian perempuan ini tidak. Dia menatap aktor itu dan berkata, “Oh nyindir.”

Kemudian, aktor tersebut pun meminta maaf dan berkata dia hanya bergurau.

Jelas, kan? penulis sendiri menulis bahwa:

Ucapan-ucapan seperti ini akan membuat orang-orang tertawa sekaligus menyadari bahwa kata-kata yang mereka dengar selama ini, yang selalu mereka anggap tidak penting, sebenarnya penuh prasangka dan kasar.

Buku Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang karya Jeong Moon Jeong.

Dalam hidup ini, kita, khususnya perempuan mungkin sering berada di dalam posisi si komedian tadi. Komentar-komentar soal fisik sering mampir ke telinga kita. Kita barangkali lebih sering ikut tertawa, karena kalau kita tersinggung, kita akan dicap sebagai orang yang terlalu sensitif atau terlalu serius dan gak bisa diajak bercanda.

Lalu, bagaimana cara menghadapi komentar kasar dari orang lain dengan lebih elegan tanpa marah-marah atau menangis? Di sinilah, di buku inilah, kalian bisa menemukan cara-caranya. Tapi, penulis bilang, cara-cara yang ada di buku ini membutuhkan latihan. Penulis sendiri pun berlatih untuk dapat mengekspresikan diri.

Satu kutipan yang menarik di prolog ini:

Aku terus berlatih tanpa kenal lelah dan akhirnya sekarang tidak lagi terus memikirkan orang-orang yang menyakiti perasaaanku dan tidak lagi menghukum diriku sendiri.

Buku Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang karya Jeong Moon Jeong.

Dengan kata lain, penulis mau bilang bahwa ikut tertawa atas komentar kasar orang lain sama saja menghukum diri sendiri.

Dari prolognya saja sudah menarik banget. Kemudian masuk ke setiap bagian, memang tidak semua tulisan itu menggelitik banget, tapi sebagian besar seru. Ada beberapa esai yang masih menempel di ingatan aku.

Pertama, penulis sempat menyinggung sedikit tentang gaslighting. Kalian mungkin sudah tahu istilah ini.

Ya! Ini merupakan istilah psikologi yang berasal dari kisah seorang suami yang meredupkan lampu-lampu gas di rumahnya. Ketika istrinya bertanya, kenapa rumah mereka gelap, suaminya berkata rumah mereka tidak gelap, istrinya saja yang terlalu perasa. Hal itu membuat si istri meragukan penilaiannya sendiri.

Gaslighting adalah bentuk pelecehan emosional yang membuat korban tidak percaya dan curiga pada penilaiannya sendiri, yang kemudian membuat dia bergantung pada pelakunya.

Penulis menyebut, ahli psikoanalisis Dr. Robin Stern menyatakan korban gaslighting memiliki beberapa gejala.

  1. Sering minta maaf. merasa seolah-olah semua adalah tanggung jawab dan kewajiban dia.
  2. Sulit mengambil keputusan sendiri, karena tidak percaya pada penilaian diri sendiri.
  3. Sering menyalahkan diri sendiri.
  4. Menjadi pribadi tertutup karena setiap mereka menyatakan pendapat, selalu dibilang perasa. pada akhirnya mereka menyembunyikan isi hati yang sebenarnya.

Dari tulisan ini, aku kembali mengidentifikasi diri, apakah aku pernah bertemu orang melakukan gaslighting? Apakah aku pernah menjadi korban? Jawabannya ternyata pernah.

Jeong Moon Jeoug juga memberikan pesan ke orang-orang yang sedang berhadapan dengan pelaku gaslighting. Dia menulis:

Apakah kau merasa pasanganmu terlalu sering mengkritik dan terus mengucapkan hal-hal yang membuatmu merasa pesimistis? Jika kau merasa seolah-olah terisap ke sumur yang sangat dalam apabila bersamanya, kau harus segeral meninggalkannya. Ia sedang berusaha memanipulasimu. Tetaplah waspada dan jangan percaya begitu saja pada apa pun yang dikatakannya. Kau harus lebih percaya pada intuisisi dan perasaanmu sendiri daripada ucapannya.

Buku Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang karya Jeong Moon Jeong.

Tulisan lain yang menurutku relevan dengan kebiasaan masyarakat indonesia, yaitu tulisan yang berjudul: Belajar Menolak dengan Tegas dan Berkelas.

Kenapa aku bilang relevan? Karena orang Indonesia itu kebanyakan suka gak enakan. Kalian mungkin sering mengatakan beberapa hal ini di dalam hati:

Duh sebenarnya gue lagi banyak kerjaan, tapi gue gak enak nolak, karena dia kakaknya cowok gue.

Dan segudang gak enakan lainnya. Oke, pada dasarnya kamu itu orang baik, senang membantu orang lain. Tapi kalau kondisi kamu sedang banyak kerjaan, tapi memaksakan diri untuk membantu, sampai-sampai kamu begadang dan sakit, kamu perlu evaluasi diri.

Kalau kondisinya seperti itu, kamu itu sedang berada dalam kondisi yang kurang tepat untuk membantu orang lain. Di saat seperti ini, kamu harus mencari cara untuk menolak tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Bagaimana caranya? Misalnya kamu diminta untuk melakukan sesuatu, sementara banyak pekerjaan kantor. Pertama-tama, kamu bisa bilang, “Wah makasih lho kak sudah suka sama desain aku. aku cek jadwal deadline kerjaan aku dulu, ya, kak.”

Kalau memang jadwal deadline cukup padat, kamu bisa mengatakan apa adanya. Dengan begitu, orang yang meminta tolong akan mengerti pososi kamu dan dia bisa mencari alternatif lain.

Jadi jangan takut dibenci, karena kamu menolak permintaan orang lain. Jika kamu terus berkata ya atas permintaan orang lain sampai jadi beban, dia akan terus meminta ke kamu, meski mereka tahu permintaan itu kelewat batas.

Satu kutipan yang aku suka dari tulisan Jeong Moon Jeong yang ini:

Jika ingin dianggap orang baik namun tetap bisa menolak permintaan bantuan dengan baik, itu artinya kita serakah. Sebaiknya kita memilih salah satu di antara kedua hal itu. Seperti kita memiliki kebebasan untuk menolak memberikan bantuan, kita juga harus memahami bahwa orang itu juga bebas merasa kecewa pada kita. Jika berusaha menjadi orang baik bagi semua orang, kitalah yang akan kewalahan nantinya.

Buku Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang karya Jeong Moon Jeong.

Jadi itu tadi beberapa hal menarik dari buku ini. sebenarnya masih banyak lagi tulisan-tulisan yang menohok, tapi aku pingin kalian membacanya langsung. Review buku ini juga bisa kalian tonton di video berikut.

4 thoughts on “Review Buku Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang

Leave a Reply to resensi buku pilihan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s