Review Buku Amor Fati: Cintai Takdirmu Karya Rando Kim

Apakah kalian sudah membaca buku Time of Your Life karya Rando Kim, yang ulasanya aku tulis di sini? Jika sudah, kalian mungkin juga akan jatuh cinta pada buku Amor Fati: Cintai Takdirmu.

Ya! Amor Fati: Cintai Takdirmu adalah lanjutan dari buku Time of Your Life karya Rando Kim. Time of Your Life sendiri merupakan buku yang berkesan buat aku. Buku itu mengajarkan kamu untuk berhenti membandingkan diri sendiri dan orang lain, karena seperti bunga, kita memiliki musim mekar masing-masing.

Amor Fati: Cintai Takdirmu juga tidak kalah menarik dari Time of Your Life. Gaya penulisan Rando Kim masih seperti bertutur dan kalimatnya cenderung puitis. Ia juga sering mengutip puisi, sehingga membuat buku ini semakin terasa berkesan.

Buku ini memiliki empat bab dengan masing-masing bab berisi delapan judul. Buku ini dibuka dengan bab pertama berjudul sama dengan judul buku ini, Amor Fati, Cintai Takdirmu, yang isinya sangat memikat.

Bab ini membahas tentang pengalaman orang-orang yang mengalami kesulitan hidup, dan penulis memberikan sudut pandangnya mengenai cara bertahan di masa-masa seperti itu.

Buku ini cukup adil, karena menceritakan pengalaman dari dua sisi, misalnya judul pertama berkisah tentang orang yang ingin berhenti dari perkerjaan pertamanya, dan judul berikutnya berkisah tentang orang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Nah, kisah tentang orang yang ingin berhenti dari pekerjaan pertamanya itu adalah salah satu yang berkesan buat aku. Di sini diceritakan seorang tokoh yang ingin resign, karena perusahaan tempat ia bekerja tidak seperti harapannya. Dia juga ingin mengejar kembali impian masa kecilnya.

Di sini, aku sangat suka dengan pandangan dan nasihat penulis kepada orang tersebut. Nasihat-nasihat tentang pekerjaan. Penulis bilang:

Belajar dan bertumbuh adalah hal yang sangat penting, bukan dalam arti agar kamu lebih cepat menjadi orang yang diakui di perusahaan dengan bekerja lebih baik. Sudah kubilang, aku berada di pihakmu, bukan di pihak bosmu. Kata kuncinya di sini adalah kamu berkembang; bahwa kamu sedikit demi sedikit tumbuh menjadi pribadi yang matag dan ahli di tempat kerja—yang notabene merupakan setengah dari lahan yang dbentangkan oleh kehidupan. Itulah intinya!

Bukan uang, jabatan, atau pengakuan yang benar-benar bisa membahagiakanmu dan membuatmu puas, melainkan perkembangan dirimu sendiri. Berkembang adalah kata yang penting, sama pentingnya dengan “ada”.

Buku Amor Fati: Cintai Takdirmu karya Rando Kim.

Kisah lain yang juga membuka pikiran aku adalah kisah yang judulnya sama dengan judul buku ini: Amor Fati, Cintai Takdirmu.

Di sini, penulis menceritakan pengalaman dia mejadi mentor dalam sebuah acara radio. Di acara ini, penulis diperdengarkan cerita dari seorang pendengar yang mengalami kesulitan karena ia, kakak laki-lakinya, dan ayahnya harus merawat ibu mereka yang menderita kanker payudara. Di awal mereka mengalami kesulitan keuangan. Tapi karena masih bersatu, mereka tidak hilang harapan.

Beberapa waktu kemudian, kanker di tubuh ibunya muncul lagi. situasi menjadi kian sulit. Kakaknya menjadi penipu, meminjam uang, minum-minuman beralkohol, bahkan sampai mengambil uang pengobatan ibunya.

Ayahnya juga sudah mulai meyerang, sering bertengkar dengan ibu setiap pulang ke rumah. Si pencerita sampai tidak bisa meneruskan kuliah, karena ia harus mencari uang.

Namun, apa nasihat Rando Kim untuk orang itu? Ia menyatakan keprihatinannya dan memberikan nasihat amor fati. Cintai takdirmu.

Cuma itu? Iya, cuma itu. Rando Kim juga mengaku bahwa dia jarang mengatakan itu, karena kalimat itu terbilang kejam. Tapi bila digali lebih jauh, kalimat ini sebenarnya bukan megajak kita untuk pasrah dan menyerah, melainkan berisi perngharapan. Setelah ia menerima sepenuhnya takdir itu sebagai bagian dari hidupnya, di situ muncul kekuatan untuk bertahan. Bertahan di masa sulit.

Di akhir tulisannya, Rando Kim menulis potongan puisi berjudul “Suatu Keputusan” karya Biarawati Lee Hae In.

Ketika hati terasa sangat sakit

Aku memutuskan untuk hidup di setiap hari saja

Ketika hati terasa sangat sakit

Aku memutuskan untuk hidup di setiap saat itu saja

Kemudian, Rando Kim menanggapi puisi tersebut. Dia menulis:

Benar! Ketika nyeri fisik terasa begitu intens, kita hanya perlu bertahan pada saat-saat itu saja. Ketika kekecewaan yang dalam tidak menampakkan dasarnya, kita hanya perlu bertahan dari hari ke hari…

Suatu hari akan tiba masanya ketika kita bisa membicarakan masalah yang telah berlalu itu dengan tegar.

Buku Amor Fati: Cintai Takdirmu karya Rando Kim.

Di bab-bab berikutnya, penulis juga membahas tentang persiapan pernikahan, kehidupan berkeluarga, bahkan kehidupan sebagai ibu rumah tangga dan ibu bekerja. Aku menyukai tulisan Rando Kim tentang semua ini.

Ada beberapa pesan dia yang membuatku terus ingat, yaitu ibu bekerja perlu memiliki “ruangnya sendiri”, bukan dapur, bukan kamar tidur, bukan meja rias, melainkan meja belajar untuk sekadar minum kopi, membaca buku, atau mendengarkan radio. Rando Kim menulis:

Dia (seorang istri sekaligus ibu) memerlukan sebuah ruangan tersendiri yang bisa membuatnya menjadi dirinya sendiri, bukan ruangan untuk bekerja.

Buku Amor Fati: Cintai Takdirmu karya Rando Kim.

Kutipan lain yang juga menarik terkait ibu berkerja, yaitu:

Ibu yang sempurna harus terlepas dari obsesi menjadi wanita karier yang sempurna.

Rasa cinta terhadap takdir diri sendiri adalah energi yang bisa mengubah kesulitan menjadi semangat hidup. Bagaimanapun, hidup kita sangat berharga dan kitalah satu-satunya orang yang akan menjalani hidup itu.

Cintai takdirmu.

Bertahanlah. Semua pasti berlalu.

Buku Amor Fati: Cintai Takdirmu karya Rando Kim.

Review buku ini juga bisa kalian tonton di video berikut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s