Upaya Terakhir Manusia saat Bersedih: Mengandalkan Tuhan

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Jika kalian melihat seseorang mengunggah kutipan ayat-ayat Alkitab, orang itu bukan sok suci. Dia kemungkinan sedang mengalami kesedihan yang amat mendalam. Untuk bisa mencapai titik ini, ada proses yang amat panjang.

Mula-mula, dia merasakan kesedihan itu. Gejala yang muncul bisa berupa air mata, dada sesak, sakit kepala, gelisah, tidak bergairah, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, dan lainnya. Setiap manusia memiliki waktu yang berbeda-beda dalam merasakan kesedihannya, sampai dia mampu menerimanya. Embrace. Itu kalau kata orang-orang zaman sekarang.

Ada yang merasakannya berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan menahun. Setelah itu, dia terbiasa hidup berdampingan dengan kesedihan. Di sini, dia kemungkinan berusaha menerima semua kondisi yang ada sambil mencoba mencari pertolongan.

Namun, di satu titik, dia mulai meresapi bahwa manusia lain tidak selalu bisa menjadi tempat bersandar. Di satu titik, dia mulai memahami bahwa hanya ada satu yang bisa diandalkan. Dia adalah Tuhan.

Tuhan yang pernah memberikan mukjizat di hari-hari kemarin. Tuhan juga yang bisa memberikan mukjizat di hari ini. Tuhan adalah satu-satunya yang bisa dipercaya. Tuhan yang selalu mengasihi anak-anaknya. Tuhan adalah sumber pengharapan.

Jadi, jika kalian melihat seseorang mengunggah kutipan ayat-ayat Alkitab, orang itu bukan sok suci. Membicarakan Tuhan adalah upaya terakhirnya saat bersedih.

Di tengah dunia yang bising akan kata-kata negatif, sarkasme, dan nilai-nilai yang bertentangan dengan 10 Perintah Allah, seseorang itu sedang menyerahkan seluruh kesedihannya dan hidupnya kepada Tuhan melalui afirmasi dari ayat-ayat Alkitab.

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun  aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku,  gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,  pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku, dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa. – Mazmur 23:1-6

10 Perintah Allah

  1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
  2. Jangan menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
  3. Kuduskanlah hari Tuhan.
  4. Hormatilah ibu bapamu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berzina.
  7. Jangan mencuri.
  8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
  9. Jangan mengingini istri sesamamu.
  10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s