Empat Jam Sebelum Hari Ulang Tahunmu

Untuk segala sesuatu yang sudah tamat, semestinya tidak ada kata 'bersambung'. Kita pun seharusnya demikian. Untuk hubungan yang sudah selesai, semestinya tidak tidak ada lagi pertemuan. Namun mengapa kita lagi-lagi melanggar rumus itu dan meluangkan waktu bersama di Kopibar? Rindu selalu mengalahkan kita. Meski demikian, hasrat untuk berbincang-bincang lebih besar daripada sebuah pelukan. Karena itu, … Continue reading Empat Jam Sebelum Hari Ulang Tahunmu

Advertisements

Satu Puisi Menjadi Sebuah Lagu

Saya punya teman yang pandai membuat lagu. Dia adalah Maria Dewi Setyorini. Saya bertemu dia kali pertama di acara peluncuran buku kumpulan puisi seorang teman yang lain. Di situ, dia dan suaminya membuat musikalisasi puisi. Hasilnya, indah. Dari situ, saya kepingin. Kepingin apa? Ya, ingin puisi saya yang berikut ini dijadikan lagu: Bunga Tidur setangkai … Continue reading Satu Puisi Menjadi Sebuah Lagu

“Cappuccino Grande” dan Bab yang Dihapus

Aku salah memesan minuman tadi. Kepada barista perempuan berkemeja hitam, aku meminta cappuccino panas ukuran grande. Aku sedang sangat lelah dan mengantuk lantaran pekerjaan yang menumpuk. Untuk bisa menjadi pendengar yang baik bagi kamu, laki-laki yang cerewet, aku merasa butuh kopi sebagai doping. Sedangkan kamu memesan cokelat panas dengan ukuran yang sama seperti cappuccino milikku. … Continue reading “Cappuccino Grande” dan Bab yang Dihapus

Mimpi

+ Aku ingin bertanya sesuatu. - Apa? + Jika aku bilang mimpi, apa yang terlintas di benakmu saat ini? - Tidur. + Selain itu? - Tidak ada. + Memang kamu memikirkan apa terkait mimpi? - Mantan kekasih. + Aku ingin tertawa. - Aku serius. + Menurutmu, mengapa aku sering memimpikan mantan kekasih belakangan ini? - … Continue reading Mimpi

benih ingatan

benih ingatan paling indah yang pernah kau tabur di ladang benakku, yaitu sebuah ritual pilu tentang perpisahan. berloncatan dari bayang ke mimpi, ingatan tentangmu yang sempat memeluk dan mencium di batas berai. erat dan basah, itulah jenis peluk dan ciummu yang baru, yang sebelumnya tak pernah datang dari tubuh dan bibirmu, yang kini tumbuh menjadi luka … Continue reading benih ingatan

Hai

(Crosswalk.com) Hai. Tadi malam sebelum beranjak ke peraduan, aku memikirkan kamu. Di dalam benakku, terbayang kamu duduk di kursi busa ruang keluarga. Aku berada tepat di sisimu. Hari itu hujan. Di hadapan kita, berdiri meja kayu, tempat kamu meletakkan dua cangkir berisi teh panas manis milikmu, dan teh panas tanpa gula milikku. Aku dan kamu … Continue reading Hai

Pulang

(Foto: www.redeemedgirl.org) Aku tak mampu memejamkan mata malam ini. Selama tiga jam, aku sibuk mencari posisi tidur yang pas. Aku tengkurap, lalu menyamping, kemudian telentang, namun itu semua tak jua mengantarku ke dalam tidur yang lelap. Akhirnya aku memutuskan untuk bangun dan menepuk-nepuk punggung adik perempuanku dengan pelan sambil berkata, "Kamu sudah tidur?" "Hampir," jawabnya dengan … Continue reading Pulang