Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan

Sebuah email membuyarkan konsentrasi saya kemarin siang. Email tersebut datang dari salah satu penerbit yang berada di bawah perusahan penerbit besar. Kurang lebih, isi email itu adalah tentang pihak penerbit yang sudah menerima manuskrip novel saya, dan mereka menawarkan beberapa pilihan terkait penerbitannya. Meski masih mempertimbangkan banyak hal terkait tawaran tersebut, perasaan senang terus berkembang … Continue reading Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan

Advertisements

“CAPPUCCINO GRANDE” DAN BAB YANG DIHAPUS (TAMAT)

Tidak ada kopi untuk pertemuan kita hari ini. Hari kedua setelah perpisahan yang menahun. Aku cuma ingin mencecap sesuatu yang manis, karena tubuh sedang kepayahan. Akhirnya, pilihan kita jatuh pada sebuah kedai donat di Kemang. Kamu memesan tiga donat dengan taburan kacang almon. Sementara aku meminta semangkuk yoghurt dengan isi yang sama seperti donat kamu. … Continue reading “CAPPUCCINO GRANDE” DAN BAB YANG DIHAPUS (TAMAT)

Surat Pemberitahuan: Dilan, Aku Mencintai Kamu Sore Ini

Dilan, aku bukan Milea, melainkan Ajeng. Aku adalah perempuan yang ingin mengenal kamu secara instan melalui film. Ketika aku tahu bahwa trailer film kamu sudah beredar, aku langsung menonton, dan aku langsung suka kamu, Dilan. Namun, karena banyak orang di sekitarku mencela kamu, aku mulai ragu dengan perasaanku sendiri. Mereka bilang, kamu alay. Jadi, aku … Continue reading Surat Pemberitahuan: Dilan, Aku Mencintai Kamu Sore Ini

“Reputation” adalah Cara Taylor Swift Melawan Perisak

Seorang psikolog pernah berkata tentang perisakan (bullying) kepada teman saya di media sosial. Dia bilang, perisak harus mendapatkan teriakan balik dengan tujuan bukan untuk membalas dendam, melainkan untuk mendidik perisak. Dan menurut saya, Reputation, album baru Taylor Swift, sejalan dengan ucapan psikolog itu. Benar. Kita tentu masih ingat peristiwa menyedihkan yang menimpa Taylor di panggung … Continue reading “Reputation” adalah Cara Taylor Swift Melawan Perisak

Perisak

Dulu, aku pernah diam saat mendengar kata-kata busuk yang keluar dari mulut kotormu. Waktu itu, aku sempat tertunduk ketika kamu menusuk hatiku dengan pedang kalimatmu yang tajam.   Namun, kini,   aku akan menatap matamu dengan berani seraya melemparkan teriakan keras, “Saya akan melakukan semua yang pernah kamu lakukan.”   Semua ini bukan balas dendam, … Continue reading Perisak

Mengapa Berada di Dekat Orang Marah Bikin Lelah?

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan seseorang yang marah di kereta. Dia marah gara-gara seseorang lain yang duduk memberikan kursi kepada ibu hamil, bukan kepada dia yang merasa dirinya sudah tua. “Gue tua, tapi pendek jadi nggak dikira bocah kali ya,” katanya kepada seorang teman yang duduk di hadapannya. Keesokan harinya dan keesokan harinya lagi, … Continue reading Mengapa Berada di Dekat Orang Marah Bikin Lelah?