Untuk Segala Sesuatu di Bawah Langit Ada Waktunya

IMG_6766
Di sela-sela liputan gala premier film Asal Kau Bahagia, aku berfoto di Kapal Pesiar Genting Dream dari Singapura-Malaysia-Singapura, Jumat (21/12/2018).

Pengkhotbah bilang bahwa untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.

Continue reading “Untuk Segala Sesuatu di Bawah Langit Ada Waktunya”

Bertahan dengan Dia yang Tak Mau Meluangkan Waktu

IMG_6357
Ilustrasi. (Foto: Birgitta Ajeng)

Kalau dia tidak pernah ada buat kamu, kenapa masih bertahan?

Kalau pertanyaan itu tiba-tiba dilemparkan di hadapan kamu, apa jawaban yang bakal kamu berikan? Belum lama ini, aku mengajukan pertanyaan itu di Instagram Stories. Dari 184 orang yang melihat, ada 10 yang menjawab.

Continue reading “Bertahan dengan Dia yang Tak Mau Meluangkan Waktu”

Review Novel Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat: Memaafkan Kegagalan Pernikahan Pertama

IMG_5081

Saya terlambat membaca novel karya Mira W. berjudul Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat. Saya baru menikmatinya setelah 36 tahun buku ini terbit. Ketertarikan bermula ketika trailer film Arini garapan sutradara Ismail Basbeth muncul pada April 2018. Continue reading “Review Novel Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat: Memaafkan Kegagalan Pernikahan Pertama”

Dalam Menulis, Jujur Atas Ketidakwarasan Seperti Yayoi Kusama adalah Kunci

IMG_5161
(Aku di antara lukisan karya Yayoi Kusama/Insaf Albert Tarigan)

Beberapa teman pernah bertanya kepada aku tentang cara menulis. Ada pula yang bertanya lebih spesifik tentang bagaimana cara supaya bisa menulis seperti aku. “Pakai hati,” jawabku kepada seorang teman yang mengajukan pertanyaan spesifik itu beberapa hari lalu.

Continue reading “Dalam Menulis, Jujur Atas Ketidakwarasan Seperti Yayoi Kusama adalah Kunci”

Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan

Sebuah email membuyarkan konsentrasi saya kemarin siang. Email tersebut datang dari salah satu penerbit yang berada di bawah perusahan penerbit besar. Kurang lebih, isi email itu adalah tentang pihak penerbit yang sudah menerima manuskrip novel saya, dan mereka menawarkan beberapa pilihan terkait penerbitannya.

Continue reading “Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan”

Lebih Asyik Mana, Popolo Coffee Bogor atau Sentul?

image1
Cappuccino di Popolo Coffee Bogor. Porsi yang pas untuk perut yang sensitif terhadap kopi.

Saat sedang penat dengan Jakarta, saya selalu melarikan diri ke Bogor. Beberapa tempat makan di sini menyajikan menu yang nikmat di lidah, sekaligus interior yang sedap di mata. Popolo Coffee Bogor merupakan salah satunya.

Continue reading “Lebih Asyik Mana, Popolo Coffee Bogor atau Sentul?”