Dalam Menulis, Jujur Atas Ketidakwarasan Seperti Yayoi Kusama adalah Kunci

IMG_5161
(Aku di antara lukisan karya Yayoi Kusama/Insaf Albert Tarigan)

Beberapa teman pernah bertanya kepada aku tentang cara menulis. Ada pula yang bertanya lebih spesifik tentang bagaimana cara supaya bisa menulis seperti aku. “Pakai hati,” jawabku kepada seorang teman yang mengajukan pertanyaan spesifik itu beberapa hari lalu.

Continue reading “Dalam Menulis, Jujur Atas Ketidakwarasan Seperti Yayoi Kusama adalah Kunci”

Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan

Sebuah email membuyarkan konsentrasi saya kemarin siang. Email tersebut datang dari salah satu penerbit yang berada di bawah perusahan penerbit besar. Kurang lebih, isi email itu adalah tentang pihak penerbit yang sudah menerima manuskrip novel saya, dan mereka menawarkan beberapa pilihan terkait penerbitannya.

Continue reading “Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan”

Lebih Asyik Mana, Popolo Coffee Bogor atau Sentul?

image1
Cappuccino di Popolo Coffee Bogor. Porsi yang pas untuk perut yang sensitif terhadap kopi.

Saat sedang penat dengan Jakarta, saya selalu melarikan diri ke Bogor. Beberapa tempat makan di sini menyajikan menu yang nikmat di lidah, sekaligus interior yang sedap di mata. Popolo Coffee Bogor merupakan salah satunya.

Continue reading “Lebih Asyik Mana, Popolo Coffee Bogor atau Sentul?”

Surat Pemberitahuan: Dilan, Aku Mencintai Kamu Sore Ini

Dilan, aku bukan Milea, melainkan Ajeng. Aku adalah perempuan yang ingin mengenal kamu secara instan melalui film. Ketika aku tahu bahwa trailer film kamu sudah beredar, aku langsung menonton, dan aku langsung suka kamu, Dilan.

Continue reading “Surat Pemberitahuan: Dilan, Aku Mencintai Kamu Sore Ini”

Empat Jam Sebelum Hari Ulang Tahunmu

Untuk segala sesuatu yang sudah tamat, semestinya tidak ada kata ‘bersambung’. Kita pun seharusnya demikian. Untuk hubungan yang sudah selesai, semestinya tidak tidak ada lagi pertemuan. Namun mengapa kita lagi-lagi melanggar rumus itu dan meluangkan waktu bersama di Kopibar?

Continue reading “Empat Jam Sebelum Hari Ulang Tahunmu”

Satu Puisi Menjadi Sebuah Lagu

Saya punya teman yang pandai membuat lagu. Dia adalah Maria Dewi Setyorini. Saya bertemu dia kali pertama di acara peluncuran buku kumpulan puisi seorang teman yang lain. Di situ, dia dan suaminya membuat musikalisasi puisi. Hasilnya, indah. Dari situ, saya kepingin.

Continue reading “Satu Puisi Menjadi Sebuah Lagu”

“Cappuccino Grande” dan Bab yang Dihapus

Processed with VSCO with b5 preset

Aku salah memesan minuman tadi. Kepada barista perempuan berkemeja hitam, aku meminta cappuccino panas ukuran grande. Aku sedang sangat lelah dan mengantuk lantaran pekerjaan yang menumpuk. Untuk bisa menjadi pendengar yang baik bagi kamu, laki-laki yang cerewet, aku merasa butuh kopi sebagai doping. Sedangkan kamu memesan cokelat panas dengan ukuran yang sama seperti cappuccino milikku.

Continue reading ““Cappuccino Grande” dan Bab yang Dihapus”

Puas Potong Rambut di Dido Salon Dekat Kemang

Processed with VSCO with c1 preset
Rambut baru untuk menyongsong tahun baru. Hasil karya Mas Joko di Dido Salon.

Ribet. Ya. Saya memang pribadi yang ribet, apalagi kalau sudah urusan potong rambut. Saya sadar bahwa saya punya bentuk wajah yang… sebut saja unik. Jadi, saya merasa membutuhkan kapster bertangan dingin, supaya wajah tampak agak tirus dengan potongan rambut baru.

Continue reading “Puas Potong Rambut di Dido Salon Dekat Kemang”

“Reputation” adalah Cara Taylor Swift Melawan Perisak

10142017173937
Foto: dok. Birgitta Ajeng

Seorang psikolog pernah berkata tentang perisakan (bullying) kepada teman saya di media sosial. Dia bilang, perisak harus mendapatkan teriakan balik dengan tujuan bukan untuk membalas dendam, melainkan untuk mendidik perisak. Dan menurut saya, Reputation, album baru Taylor Swift, sejalan dengan ucapan psikolog itu.

Continue reading ““Reputation” adalah Cara Taylor Swift Melawan Perisak”