Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan

Sebuah email membuyarkan konsentrasi saya kemarin siang. Email tersebut datang dari salah satu penerbit yang berada di bawah perusahan penerbit besar. Kurang lebih, isi email itu adalah tentang pihak penerbit yang sudah menerima manuskrip novel saya, dan mereka menawarkan beberapa pilihan terkait penerbitannya. Meski masih mempertimbangkan banyak hal terkait tawaran tersebut, perasaan senang terus berkembang … Continue reading Para Pemimpi Benar-Benar Tidak Pernah Bisa Dijinakkan

Advertisements

Lebih Asyik Mana, Popolo Coffee Bogor atau Sentul?

Saat sedang penat dengan Jakarta, saya selalu melarikan diri ke Bogor. Beberapa tempat makan di sini menyajikan menu yang nikmat di lidah, sekaligus interior yang sedap di mata. Popolo Coffee Bogor merupakan salah satunya. Saya mengenal Popolo Coffee tiga tahun lalu, dari teman-teman kantor lama. Letaknya tidak terlalu jauh dari pintu tol Bogor. Waktu itu, … Continue reading Lebih Asyik Mana, Popolo Coffee Bogor atau Sentul?

“CAPPUCCINO GRANDE” DAN BAB YANG DIHAPUS (TAMAT)

Tidak ada kopi untuk pertemuan kita hari ini. Hari kedua setelah perpisahan yang menahun. Aku cuma ingin mencecap sesuatu yang manis, karena tubuh sedang kepayahan. Akhirnya, pilihan kita jatuh pada sebuah kedai donat di Kemang. Kamu memesan tiga donat dengan taburan kacang almon. Sementara aku meminta semangkuk yoghurt dengan isi yang sama seperti donat kamu. … Continue reading “CAPPUCCINO GRANDE” DAN BAB YANG DIHAPUS (TAMAT)

Surat Pemberitahuan: Dilan, Aku Mencintai Kamu Sore Ini

Dilan, aku bukan Milea, melainkan Ajeng. Aku adalah perempuan yang ingin mengenal kamu secara instan melalui film. Ketika aku tahu bahwa trailer film kamu sudah beredar, aku langsung menonton, dan aku langsung suka kamu, Dilan. Namun, karena banyak orang di sekitarku mencela kamu, aku mulai ragu dengan perasaanku sendiri. Mereka bilang, kamu alay. Jadi, aku … Continue reading Surat Pemberitahuan: Dilan, Aku Mencintai Kamu Sore Ini

Empat Jam Sebelum Hari Ulang Tahunmu

Untuk segala sesuatu yang sudah tamat, semestinya tidak ada kata 'bersambung'. Kita pun seharusnya demikian. Untuk hubungan yang sudah selesai, semestinya tidak tidak ada lagi pertemuan. Namun mengapa kita lagi-lagi melanggar rumus itu dan meluangkan waktu bersama di Kopibar? Rindu selalu mengalahkan kita. Meski demikian, hasrat untuk berbincang-bincang lebih besar daripada sebuah pelukan. Karena itu, … Continue reading Empat Jam Sebelum Hari Ulang Tahunmu

“Cappuccino Grande” dan Bab yang Dihapus

Aku salah memesan minuman tadi. Kepada barista perempuan berkemeja hitam, aku meminta cappuccino panas ukuran grande. Aku sedang sangat lelah dan mengantuk lantaran pekerjaan yang menumpuk. Untuk bisa menjadi pendengar yang baik bagi kamu, laki-laki yang cerewet, aku merasa butuh kopi sebagai doping. Sedangkan kamu memesan cokelat panas dengan ukuran yang sama seperti cappuccino milikku. … Continue reading “Cappuccino Grande” dan Bab yang Dihapus