Di Tepi Pulau Gili Trawangan Kami Memaafkan Masa Lalu

Sore itu mendung, tapi hujan belum turun. Saya dan suami menghentikan kayuh sepeda di depan sebuah kedai gelato – salah satu makanan penutup serupa es krim khas Italia – setelah hampir satu jam mengelilingi Pulau Gili Trawangan. Meskipun matahari senja tertutup awan-awan kelabu, udara di sekitar pulau masih panas sehingga kami tetap ingin menikmati gelato. Tubuh kami masih membutuhkan sesuatu yang menyegarkan selain air.

Continue reading “Di Tepi Pulau Gili Trawangan Kami Memaafkan Masa Lalu”

Advertisements