Kisah Womenpreneur Membangun Tim: Belajar Memimpin dari Mantan Bos di Walt Disney Company
Tantangan pengusaha perempuan dalam berbisnis ternyata bukan hanya perkara meraih kesuksesan produknya, tetapi juga memimpin tim agar bertumbuh dan berdaya. Diskusi mengenai perjuangan besar ini menyeruak usai Director of Sales, Marketing & Network Bocorocco Shoes, Ingrid Saidbun mengungkapkan jatuh bangunnya dalam dunia bisnis.
“All the business women pasti tahu the most difficult is not even about the product atau apa pun, tapi about handling team,” ujar Ingrid dalam acara Adelle Jewellery’s Womenpreneur Gathering for International Women’s Day, Sheraton Grand Jakarta, Jumat (7/3).
Ingrid pun tidak ragu mengungkapkan bahwa dirinya kerap meminta saran soal pelatihan Tim kepada Liana Pow, Chief of Sales Adelle Jewellery. Ia dengan antusias mengungkapkan, "Kita ini teman, tapi kita tuh ngomongin bisnis banyak banget."
![]() |
Hanny Zheng, Ingrid Saidbun, Mira Hoeng, dan Liana Pow (dari kiri ke kanan). (Foto: Birgitta Ajeng) |
Liana mengamini hal itu. Ia, Ingrid, serta dua pengusaha perempuan lainnya yang juga hadir dalam acara—pendiri sekaligus pemilik Jims Honey, Hanny Zheng, dan desainer serta pemilik MIWA Pattern, Mira Hoeng—saling menjadi support system dan tidak segan berbagi ilmu.
Sebagai pemimpin, Liana berupaya menanamkan nilai brand kepada timnya. Adelle Jewellery juga aktif mengadakan berbagai program untuk meningkatkan motivasi karyawan. Salah satunya, mereka baru saja mengajak tim sales berlibur ke Jepang.
"Kami ingin mereka juga merasakan bagaimana mereka harus up-to-date dengan fashion di negara lain," ujar Liana dengan hangat.
Meneladan Gaya Kepemimpinan Mantan Bos di Walt Disney Company
Sementara itu, Mira membagikan kisah inspiratif tentang gaya kepemimpinannya yang banyak dipengaruhi oleh pengalamannya bekerja di Walt Disney Company. Sebelum mendirikan MIWA Pattern, ia pernah menjabat sebagai Creative Director termuda di perusahaan mentereng tersebut.
Selama enam tahun berkarier di sana, Mira dipimpin oleh seorang atasan yang memiliki kepedulian mendalam terhadap karyawannya. Roger, atasannya saat itu, selalu tahu cara memberikan apresiasi yang tulus terhadap kinerja timnya.
“Jadi, kalau misalnya aku bikin event Frozen, ada panggungnya, dia bisa bilang lho ke aku ‘Mira, Good job. Panggungnya bagus banget.’ Dia bisa kayak gitu, then I feel so recognized,” kenang Mira.
Sebagai seorang fresh graduate yang belum pernah bekerja, Mira mengaku terkejut sekaligus tersentuh ketika Roger—sosok pemimpin nomor satu di Walt Disney Company kawasan Asia Tenggara—mengakui hasil kerjanya.
“Itu encouragement banget buat aku," tambahnya dengan antusias.
![]() |
Aku berkenalan dengan Mira Hoeng, sosok perempuan yang sangat hangat. (Foto: Dok. Birgitta Ajeng) |
Pengalaman bekerja di bawah kepemimpinan Roger memberikan pelajaran berharga yang Mira terapkan dalam membangun MIWA Pattern. Ia ingin menciptakan lingkungan kerja yang menghargai dan memperlakukan timnya layaknya keluarga.
"Kalau dulu, dalam budaya Chinese family, ada anggapan kalau kita terlalu dekat dengan karyawan, mereka jadi seenaknya. Tapi menurutku, itu tidak berlaku untuk generasi muda sekarang," ungkapnya.
0 Comments